Today's Headline

HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Daerah

Breaking

Kriminal

Politik

Kriminal

Kesehatan

Hiburan

Olahraga

Recent comments

Fashion

News

Food

Sports

Food

Technology

Featured

Videos

Footer Text

Footer Widget 2

Footer 1

Recent News

Popular Posts

 BNN  Berhasil Ungkap Jaringan Internasional Dan Sita 60 Kg Sabu Dari Penarik Becak

By On Desember 11, 2019


Medan, (MorisNews)  Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang dijalankan jaringan internasional di Kota Medan.
Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Arman Depari, mengatakan barang haram itu diamankan dari seorang penarik motor bernama Zul yang rumahnya dijadikan gudang penyimpanan narkoba di Jalan Pertiwi, Kecamatan Medan Tembung, Selasa (10/12) kemarin.
"Penangkapan ini bermula saat BNN menerima informasi adanya jaringan narkoba Malaysia dan Tanjungbalai di Kota Medan," kata Arman di Kantor BNNP Sumut, Rabu (11/12).
Arman menjelaskan dalam penggerebekan itu, ditemukan dua bungkusan berisi narkotika jenis sabu-sabu yang dikemas dalam bungkus teh cina berwarna hijau dan diletakkan di atas jok penumpang becak dengan nomor polisi BK 1744 CG.

Setelah melakukan penggeledahan di rumah Zul yang berada di Kalurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, petugas mengamankan 48 bungkus berisi narkotika," jelasnya.
"Jadi, barang bukti yang diamankan ada 50 bungkus, beratnya sekitar 60 Kg, sebab satu bungkusnya berisi satu kilo lebih.
Dari hasil penyelidikan, polisi juga mengamankan uang hasil penjualan sekitar Rp 60 juta. Dari situ diketahui bahwa Zul juga mengedarkan barang haram itu menggunakan becak motornya
"Itu bisa kita simpulkan dari nilai nominal uang yang diamankan tidak begitu besar ada Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu. Berarti yang bersangkutan menjual langsung kepada pecandu," terang Arman.
Arman juga mengungkapkan bahwa trik yang dilakukan tersangka dengan menyimpan barang haram tersebut di kediaman warga yang ramai penduduk untuk mengelabui petugas.
"Biasanyakan disimpan di apartemen atau di pemukiman yang eksklusif. Tapi ini di rumah atau kampung-kampung. Ini tujuannya agar tidak menjadi target atau tidak menjadi perhatian aparat.   (Tikha)

Kapolda Sumut  Kunker Ke Polrestabes Medan, Berikan Peningkatan Menjadi Eselon II B1

By On Desember 09, 2019








Medan, (MorisNews)  Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto,SH,MH Kunjungan Kerja  Ke Polrestabes Medan dalam rangka Peningkatan Nivellering Polrestabes Medan sekaligus Bersilaturahim bersama Masyarakat Kota Medan yang dilaksanakan dilapangan Apel Mapolrestabes Medan,Senin 9 Desember 2019.







Adapun Kegiatan ini Dihadiri Oleh Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto,SH,MH,Pju Poldasu,
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi,Ketua Mui Kota Medan,Ketua Pimpinan Majelis Ta'lim pengajian Halimah Hj Bunda Indah,Ketua Fkub Kota Medan,Ketua walubi Medan,Ketua Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut K.H Amiruddin MS,Pju Polrestabes Medan,Penggali Kubur,Bkm Masjid,Bilal Mayit,Petugas Kebersihan dan pengemudi Becak.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,
MSi Mengatakan Pada Hari ini acara Peningkatan Nivellering Polrestabes Medan Dari 2B2 Menjadi 2B1 Sekaligus Silaturahim Kapoldasu dengan Personel Polrestabes Medan dan Warga Kota Medan.

Kami menyampaikan Selamat datang di Polrestabes Medan.kedatangan bapak kapoldasu sesungguhnya merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami dan hal ini tentunya akan memberikan semangat dan motivasi bagi kami semua untuk selalu bekerja dengan baik dan ikhlas

Bapak Kapoldasu Selama menjabat Disumut Keberadaan Bapak Kapoldasu benar Kami rasakan arahan ,Nasehat,Bimbingan kebersamaan dan ketauladanan yang diberikan menjadi faktor pendorong bagi kami untuk menampilkan kinerja dengan baik sehingga permasalahan yang seberat dan kompleks apa pun dapat diatasi dan diselesaikan.

Sebagaimana pada momen pilkada dan Pilpres yang memiliki dinamika politik yang sangat tinggi kalender Kamtibmas seperti pada kegiatan operasi ketupat operasi lilin termasuk dinamika Kamtibmas lainnya yaitu unjuk rasa terorisme maupun bentrok antara OKP Alhamdulillah semua dapat diatasi dengan sukses.

Kepemimpinan yang Bapak Kapolda  telah memberikan inspirasi dan membuka wawasan sebagaimana yang kami alami dan Rasakan Sendiri yaitu
. Selalu berbagi serta menjalin kedekatan dan menyentuh hati masyarakat
. Mendengar suara hati masyarakat
. Selalu berada di tengah anak buah
. Berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran dan berani mengatakan apa adanya
. Selalu dekat dengan stakeholders TNI Pemda dan masyarakat melalui kepemimpinan tersebut banyak Langkah Ril yang telah dicapai seperti
*Mendorong anggota untuk menjauh 200 perilaku yang dibenci masyarakat dan melaksanakan 20 perilaku yang disukai masyarakat.

* melakukan penertiban kota Medan reklame pos tidak sesuai IMB

* mengatasi penyebab kemacetan seperti pasar tumpah dan Terminal liar
* mengatasi premanisme
* pembersihan saluran air dan sungai mengatasi banjir
* memberikan Bansos dan membantu masyarakat untuk pengobatan
* patroli skala besar TNI Polri


Pada kesempatan yang berbahagia ini kami seluruh jajaran Polrestabes Medan, forkompinda dan para undangan menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak kapoldasu atas amanah yang diberikan oleh pimpinan Polri, masyarakat, bangsa dan negara sebagai Kabaharkam Polri.Doa Kami selalu Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kesuksesan dan tentunya ini akan menjadi kenangan yang indah bagi kita semua.setelah Bapak Kapoldasu nanti berangkat ke Jakarta jadi Kabaharkam selanjutnya menjadi pucuk pimpinan Polri dan nanti meninjau lagi kota Medan ini dan pada kesempatan yang baik ini mohon berkenan nanti bapak Kapoldasu untuk menyapa masyarakat yang hadir pada kesempatan acara ini kemudian menyampaikan arahan kepada anggota yang hadir pada kesempatan ini. (Tikha)

Tim Pegasus Polsek Patumbak Berhasil  Menangkap Dua Pelaku  Spesialis Perampok Penumpang Angkot

By On Desember 04, 2019





Medan, (MorisNews)  Tim Pegasus Polsek Patumbak berhasil Menangkap  dua orang Pelaku  yang selama ini melakukan perampokan terhadap penumpang angkot. Polisi juga mengungkap aksi perampokan ini juga melibatkan oknum supir.
“Kedua tersangka ini sudah berulang kali melakukan aksinya terhadap penumpang angkot. Seorang pelaku lagi atas nama Sehat Antonio masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),”  sebut Kapolsek Patumbak,  AKP Ginanjar Fitriadi melalui Kanit Reskrim, Iptu Gindo Manurung, Rabu (4/12/2019).
Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) ini bekerjasama dengan sopir salah satu angkutan kota di Medan  berinisial HB (25), warga Jalan Dame Pasar IV, Marindal II.
Pada Sabtu (30/11), korban Rizky Syahputra (20), warga Jalan Flamboyan Raya, Lingkungan III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan menaiki angkot tersangka dari Jalan SM Raja, persis dekat jembatan Sungai Denai.
Bersamaan, naik tersangka Khoirul Pasaribu (26), warga Jalan Panglima Denai Gang Seser dan pelaku Sehat Antonio. Bekerjasama dengan sopir yang memperlambat laju kendaraan, ketika hanya mereka bertempat dalam angkot, tersangka langsung mengeluarkan pisau dan menodong korban.
Namun, setelah diberi Rp 20.000, tersangka malah merasa kurang dan keranjingan, lalu menghunuskan pisau ke leher korban dan meminta paksa handphone (HP) miliknya. Korban hanya bisa pasrah, karena sopir angkot tidak menolongnya.
“Awalnya, tersangka meminta uang korban untuk membeli tuak dan diberi. Tapi, alasannya kurang, lalu menodong leher korban menggunakan pisau dan merampas HP-nya,” terang Gindo.
Setelah kejadian itu, korban melapor ke Mapolsek Patumbak dan petugas langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka berhasil ditangkap di sebuah pos OKP Jalan Panglima Denai. HP korban juga berhasil diamankan polisi.
“Dari tersangka kita sita barang bukti satu unit mobil angkot Medan Bus  135 biru BK 1780 UE dan satu unit HP Vivo type Y5. Tersangka kita jerit pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. (Tikha)

Tim Pegasus Polsek Medan Kota Berhasil  Menangkap Pelaku Kasus Undercover Buy Narkotika  Sabu-Sabu.

By On Desember 03, 2019







MEDAN -  (MorisNews)  Tim Pegasus Polsek Medan Kota Berhasil  Menangkap Nurhayati (25) warga Jalan Katamso, Gang Merdeka saat melakukan undercover buy narkotika jenis sabu-sabu.


"Kita mendapat informasi di gang Merdeka Jalan Katamso ada seorang wanita sering menjual sabu,"kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin, Selasa (3/12/2019).


Mendapat informasi tersebut, sambung Yaqin, tim Pegasus langsung lakukan penyelidikan dan mendapati bahwa seorang perempuan acapkali menjual narkotika jenis sabu-sabu.


"Kita menyaru sebagai pembeli dan sepakat dengan pengedar untuk jumpa setelah menentukan harga barang miliknya," ujarnya seraya transaksi dilakukan di Jalan Katamso, Gang Merdeka.

Setelah dibeli, tim langsung menerobos ke dalam rumah dan melihat barang bukti berupa dua plastik sedang diduga narkotika jenis sabu-sabu, timbangan , dan beberapa bungkus klip plastik kosong.
"Saat kita masuk ke rumahnya, suaminya langsung kabur melalui atap rumah dan sekarang dalam pengejaran petugas,"ujarnya.

Yaqin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut memberi informasi kepada petugas apabila ada penyalahgunaan narkotika.

"Silahkan lapor. Identitas dari pelapor akan kita rahasiakan. Kita serius memberantas narkoba dan sangat butuh bantuan dari masyarakat," katanya. (Tikha)

TNI Polri Dan Batalyon Marinir Kunjungan Ke Polres Pelabuhan Belawan

By On Desember 03, 2019








Belawan,(MorisNews) Dalam rangka menjalin sinergisitas TNI - Polri, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan-I), Mayor Marinir Farick, M Tr Opsla melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Pelabuhan Belawan, Selasa (03/12/2019).

Kunjungan juga dalam rangka silaturahmi didampingi istri tercinta, orang nomor satu di Yonmarhanlan I bersama Pasiops, Mayor Marinir Teguh serta rombongan ini disambut Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan serta pejabat utama dari Polres Pelabuhan Belawan.

Kegiatan silaturahmi berlangsung di Aula Wira Satya dengan menampilkan penyanyi Pevin binaan Polres Pelabuhan Belawan yang diiringi Bahari Bhayangkara Band.

Dalam sambutannya,
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH.MH mengatakan, sinergitas selama ini antara Marinir Belawan, Pomal Lantamal I, Subdenpom Belawan dan Polres sudah terjalin sangat baik di wilayah Medan Utara.

Hal itu terbukti selama pesta demokrasi pada pilpres kemarin, sudah terjalin silaturahmi dengan melakukan kegiatan olahraga bersama, cipta kondisi patroli skala besar.

"Harapan saya dengan kedatangan  Danyonmarhanlan I yang baru kita lebih kompak, sinergitas dan dengan kita bersatu maka keamanan Belawan sekitarnya akan kondusif," ucap Kapolres.
 Sementara itu, Danyonmarhanlan I, Mayor Marinir Farick M Tr Opsla mengapresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Pelabuhan Belawan atas pengambutannya. Harapannya, kerja sama selama ini sudah berjalan baik dapat ditingkatkan ke depannya.

"Saya berharap ke depannya sinergitas dan silaturahmi dapat berjalan di semua level pangkat dari pimpinan, P

perwira, bintara dan tamtama. Sehingga akan terjalin silaturahmi yang baik di semua level", pungkas Farick.

Usai kegiatan berlangsung, Danyonmarhanlan I, Mayor Marinir Farick M Tr Opsla didampingi istrinya dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH.MH didampingi istrinya bersama pejabatan lain dari Pomal, Pomad dan pejabat Polres Pelabuhan Belawan foto bersama. (Tikha)

 Firman Tiga Hari Kabur Setelah  Menikam Pamanya, Diamankan Polisi

By On Desember 03, 2019






Medan, (MorisNews)   Unit Reskrim Polsek Medan Timur  Berhasil Menangkap , Firman (38), warga Jalan M Yakub, Gang Tinik, Medan Perjuangan,Tiga hari kabur setelah menikam pamannya sendiri hingga tewas, Di kawasan Jalan Mandala Bu Pass, Senin (2/12/2019). “


Saat ditangkap, tersangka berpura-pura sebagai gelandangan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, didampingi Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin dan Kanit Reskrim Iptu Prasetiyo pada paparan pengungkapan kasus tersebut di Ruang Lobby Mapolrestabes Medan, Selasa (3/12/2019) sore. Dijelaskan Dadang, sebelum menikam pamannya Ahmad Daraby, Firman cekcok dengan ibunya lantaran meminta obat anti nyamuk. “Pelaku ini cekcok dengan ibunya sewaktu minta anti nyamuk. Ibunya sudah mengasih uang Rp1.500, tapi pelaku marah-marah dan mengamuk kepada ibunya dan di hadapan adiknya,” jelas Dadang. Melihat Firman mengamuk, ibunya Erlina kemudian menghubungi Ahmad Darabi. Tak lama berkomunikasi lewat telepon, Ahmad dan istrinya Mariana tiba di Jalan M Yakub, Gang Tinik. Setibanya di rumah, Ahmad kemudian bertemu dengan ibu kandung Firman di ruang tamu. “Begitu keduanya bertemu di ruang tamu, menurut pengakuan si pelaku, korban meninju wajahnya sambil dan menanyakan ke pelaku mengapa mengamuk,” beber Dadang. Mendapat tinju tersebut, Firman langsung lari ke kamarnya di lantai II. 



Di kamarnya dia mengambil keris yang disimpannya di balik kasur. Kemudian dia turun lagi ke ruang tamu dan menusukan keris itu ke dada korban sebanyak 1 kali,” urai Dadang. Tusukan keris tersebut membuat Ahmad langsung terkapar bersimbah darah ke lantai. Keluarga korban yang berada di dalam rumah pun histeris hingga mengundang perhatian warga. Sejurus kemudian, pelaku langsung ke luar pintu rumah dan berpapasan dengan ibunya. “Mampus dia. Lihat itu adikmu, sudah ku bunuh, sudah mati dia,” ketus Firman ketika itu kepada ibunya. Saat keluarga berduka melihat Ahmad sudah tewas, Firman langsung melarikan diri. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkusnya. Polisi juga menembak Firman di bagian kaki. “Saat ini belum ada fakta soal pelaku mengkonsumsi narkoba terlebih dahulu sebelum menghabisi pamannya. Mengenai dendam dengan sang paman sebelum kejadian, masih kita telusuri lagi, namun aksi pelaku itu sepontan karena emosi. Mengenai kejiwaannya, nanti akan kita periksakan,” pungkas Dadang. Sementara itu, Firman saat ditanyai, membenarkan bahwa dia nekat menghabisi pamannya sendiri karena sakit hati. “Gak ada dendam sama paman Pak, apalagi dendam sama mamak. Gara-gara dipukulnya itu aja. Aku ribut sama mamak karena mau minta Autan. Udah dikasih sama mamak uang Rp1/500,” tutur Firman yang mengaku menyesali perbuatannya. Diberitakan sebelumnya, Firman menghabisi nyawa paman kandungnya sendiri Ahmad Daraby Chaniago di rumahnya sendiri di Jalan M Yakub, tepatnya di Pasar Belakang, Gang Tinik, Kelurahan Sei Kerah Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, Jum’at (29/11/2019) sekira jam 21.00 Wib. (Tikha)


Team Pegasus Polsek Sunggal Ungkap Sindikat Pencurian Mobil

By On Desember 02, 2019




Medan, (MorisNews) Team Pegasus Polsek Sunggal, Polrestabes Medan berhasil mengungkap sindikat pencurian mobil, dengan meringkus para pelakunya dari sejumlah tempat berbeda. Sementara itu satu pelaku lainnya berinisial HR masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Adapun tersangka yang berhasil diamankan yakni, Siti Pratiwi (39) warga Jalan Stasiun Gg. Amal No.81 Desa Lalang, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang, Hairulsyah alias Irul (41) warga Jalan Stasiun Desa Lalang Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang, Erwin (35) warga Jalan Klambir Lima Gg. Alansa No.55 Desa Lalang Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang, Rudi (39) warga Jalan Binjai Km.10 Gg. Jadi Desa Paya Geli, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang dan Ridwan alias Iwan (35) warga Jalan Pendidikan Ulayat C, Desa Tanjung Gusta, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, SH, SIK, MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Syarif Ginting dalam paparannya, Senin (2/12) menjelaskan, yang menjadi korban pencurian mobil tersebut yakni Pratikno. R (60) warga Jalan Stasiun Desa Lalang, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang. Yasir menjelaskan para tersangka yang diamankan mempunyai peran masing-masing dan satu diantaranya anak korban.

"Tersangka Siti Pratiwi berperan menyuruh temannya mencuri mobil milik orang tuanya dengan memberikan kunci mobil. Sementara tersangka Irul bersama HR (DPO) berperan melakukan pencurian. Untuk Tersangka Erwin ikut mengantar tersangka Siti Pratiwi mencari orang yang dapat melakukan pencurian dan mencari orang yang mau membeli Mobil tersebut. Tersangka Rudi mencari pembeli, sedangkan tersangka Ridwan menerima titipan mobil dan juga mencari pembeli", ujar Yasir.

Yasir menambahkan, kronologi kasus pencurian mobil tersebut berawal Rabu (20/11/2019) sekira Pukul 20.00 Wib. Saat itu tersangka Siti Pratiwi mengambil Kunci Mobil dirumah orang tuanya. Setelah kunci tersebut diambil, kemudian pergi bersama tersangka Erwin untuk mencari orang yang dapat melakukan pencurian.

Setelah itu tersangka Siti dan Erwin bertemu dengan tersangka Irul dan menyuruhnya untuk melakukan pencurian tersebut, lalu oleh tersangka Irul membawa temannya HR (DPO) yang dapat mengemudikan Mobil.

Kemudian pada Selasa (26/11/2019) sekira Pukul 01.00 Wib, para pelaku sepakat bertemu di depan gang rumah korban. Setelah itu tersangka Siti yang notabenenya anak korban memberikan Kunci mobil tersebut kepada tersangka Irul dan HR (DPO), kemudian keduanya langsung pergi menuju ke rumah korban di Jalan Stasiun Gg.Amal No.81 Desa Lalang Kec.Sunggal Kab.Deli Serdang, untuk mengambil mobil tersebut.

Setelah berhasil tersangka Irul dan HR kembali menemui tersangka Siti dengan membawa Mobil tersebut untuk disimpan di rumah tersangka Ridwan. Kemudian tersangka Ridwan menghubungi tersangka Rudi untuk menjualkan Mobil tersebut. dan oleh tersangka Rudi pun mencari orang untuk membeli Mobil tersebut.

Penangkapan terhadap para tersangka, lanjut Yasir, setelah pihaknya menerima laporan, hingga melakukan penyelidikan, dan pada Jumat (29/11/2019) sekira Pukul 14.00 Wib, berhasil menangkap tersangka Siti Pratiwi yang merupakan anak kandung Korban, yang diduga sebagai otak pelaku  pencurian Mobil Pick Up milik orang tuanya.

"Kemudian petugas langsung 
melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga tersangka lainnya yakni, Hairulsyah alias Irul, Erwin, Rudi dan Ridwan alias Iwan. Sementara tersangka HR masih diburon", jelas Yasir.

Yasir menuturkan, dari penangkapan terhadap para tersangka disita barang bukti, 1 (satu) Unit Mobil Daihatsu Grand Max Warna Hitam BK 8350 DC, 1 (satu) buah topi bertuliskan FILA,  Uang Tunai sebesar Rp.700.000,- (tujuh ratus ribu rupiah), Uang Tunai sebesar Rp.3.150.000,- (tiga juta seratus lima puluh ribu rupiah).

"Imbas dari perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 Subs 367 KUHP,  dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara", tandasnya. (Tikha)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *