Today's Headline

HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Daerah

Breaking

Kriminal

Politik

Kriminal

Kesehatan

Hiburan

Olahraga

Recent comments

Fashion

News

Food

Sports

Food

Technology

Featured

Videos

Footer Text

Footer Widget 2

Footer 1

Recent News

Popular Posts

Gudang Pengoplosan Gas Digrebek, 1 Orang Diamankan, Gas Bersubsidi Dibeli dari Pengecer


POLDASU, (MorisNews) – Personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu mengungkap pengoplosan gas Elpiji 3 kg ke tabung 12 kg di Jalan Williem Iskandar B (Bengkok) Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (2/5/2018) kemarin. Satu orang diamankan dalam penggrebekan tersebut. Direktur Krimsus Poldasu, Kombes Pol Drs Toga Panjaitan SH, didampingi Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan, membeberkan pengungkapan itu, Jumat (4/5/2018) sekira jam 11.30 Wib. Dijelaskan AKBP MP Nainggolan, penggrebekan gas oplos itu dilakukan Rabu (2/5/2018), sekira jam 11.50 Wib, di salah satu rumah di Jalan Williem Iskandar B, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, setelah mendapat informasi dari masyarakat. Selanjutnya petugas menuju lokasi dimaksud dan menemukan adanya kegiatan pemindahan isi tabung gas ukuran 3 kg bersubsidi ke dalam tabung gas 12 kg. Dari lokasi, selaing mengamankan Benget Silalahi, petugas juga menyita 19 tabung gas 12 kilo dalam keadaan berisi hasil pemindahan dari tabung gas 3 kg, 76 tabung gas subsidi isi 3 kg kosong dan 36 tabung gas 12 kg kosong. Modus Operandi Bisnis gas oplos Benget dilakukan dengan modus membeli gas 3 kg, melalui becak pengecer gas dari kios-kios yang kemudian dipasok ke gudang Benget. Setiap tabung gas 3 kg dibeli seharga Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Selanjutnya, 4 tabung gas 3 kg bersubsidi dipindahkan isinya ke tabung 12 kg dengan menggunakan peralatan berupa kompor gas, besi bulat berukuran lebih kurang 5 cm (alat pemindah isi gas), obeng, panci, ember. Pemindahan dilakukan oleh 2 karyawan, masing-masing Marlin Pangaribuan dan M Tahir Pasaribu alias Ucok, dengan cara terlebih dahulu memasak air panas menggunakan kompor gas. Kemudian, tabung gas 3 kg direndam di dalam ember berisi air panas selama 15 menit. Selanjutnya, menggunakan pipa yang menghubungkan dua kepala tabung, gas dialirkan ke tabung gas 12 kg. Untuk memuluskan bisnisnya, setelah semua gas dipindah ke tabung 12 kg, Benget kemudian memasang segel plastik. Tabung gas 12 kg hasil oplosan lalu ditimbang dan dijual kembali konsumen seharga Rp105 ribu sampai Rp110 ribu per tabung. (Tikha)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *