Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

 


 Medan - Dua pria terduga pelaku penganiaya pedagang Pasar Gambir, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang Liti Wari Iman Gea, yakni DD dan FR akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Sumut, Sabtu (16/10/2021).

"Dua terduga pelaku penganiayaan inisial DD dan FR sudah menyerahkan diri", terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Namun, sambung Hadi, DD dan FR krmudian diserahkan ke Polrestabes Medan. Sebab, penyidikan kasus atas laporan Liti Wari Iman Gea sudah diambilalih Polrestabes Medan.


"Keduanya sudah diserahkan ke Polrestabes Medan", jelas Hadi.

Sebelumnya, Hadi mengimbau kepada dua pelaku terduga terlibat penganiayaan Liti Wari Iman Gea untuk segera menyerahkan diri. Polisi telah terlebih dahulu menangkap tersangka BS dan melakukan penahanan.


Video dugaan penganiayaan terhadap pedagang wanita terjadi di Pasar Gambir Tembung, Minggu (5/9/2021). Videonya viral di media sosial Instagram.


Terlihat di video itu seorang perempuan diduga dianiaya hingga jatuh ke tanah oleh seorang pria berbadan tegap.


Korban yang tidak terima karena merasa dianiaya langsung membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan hingga tersangka BS ditangkap keesokan harinya.


Kasus ini kemudian kembali viral di media sosial (medsos). Sebab, pedagang wanita yang menjadi korban kini ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka tersebut tertuang dalam surat panggilan Nomor: S.Pgl/642/IX/2021/Reskrim atas nama Litiwati Iman Gea.


Terkait hal ini juga, AKP Janpiter Napitupulu dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan. Pasalnya, pelaku penganiayaan yang sempat ditahan di Polsek Percut Sei Tuan melaporkan balik Liti Wari Iman Gea dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Sehingga pedagang yang semula menjadi korban ini jadi berbalik menyandang status tersangka.


Persoalan ini pun mengundang perhatian publik, sehingga Polda Sumut mengambil alih penanganan kasusnya. Dinilai tidak profesional menangani kasus, Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatan.(K)

Leave A Reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.